Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dibuang sayang

Berapa gaji Pengurus Muhammadiyah?

*ADA YANG BELUM KENAL DEKAT MUHAMMADIYAH (?)* Seorang pengurus yayasan bertanya: “Berapa gaji pengurus Muhammadiyah yang tertinggi dan terendah?”. “Pimpinan tidak ada yang digaji, hanya karyawan yang digaji” jawab saya. “Apa benar ?. Kalau begitu dari mana sumber ekonomi mereka ?”. “Semua pimpinan Muhammadiyah punya pekerjaan, tidak menganggur”. “Bagaimana kalan tugas Muhyammadiyah bersamaan dengan tugas pekerjaan?”. “Jika waktu berbenturan, tugas pekerjaan didahulukan, baru Muhammadiyah”. “Kalau begitu tidak profesional karena menomorduakan Muhanmadiyah”. “Mungkin menurut orang lain tidak profesional. Tetapi itu lebih baik karena semua pimpinan Muhammadiyah tidak ada yarg berfikir mengurusi Muhammaidyah sebagai profesi. Semua berniat sebagai pengabdian. Yang penting dilakukan penuh kesungguhan dan sepenuh kemampuan”. Dahulu pernah ada gagasan memberi gaji kepada pimpinan Muıammadiyah supaya waktu dan perhatiannya bisa penuh ke pesyarikatan. Tanggapan Pak AR ketika ditan...

Tiga pilar Muhammadiyah

Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan Muhammadiyah? “Yaitu orang-orang yang menghardik Angkatan Muda Muhammadiyah, menggerogoti Amal Usaha Muhammadiyah, serta tak peduli pada prahara keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan”. Kalimat diatas tertorehkan pada sebuah stiker kumal, yang tertempel pada dinding kusam Gedung Pusdiklat Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), di Jalan Lompobattang 201, sekitar awal dekade 2000-an. Kalimat tersebut sebenarnya cukup singkat, namun mampu merepresentasikan kegelisahan kaum mudaMuhammadiyah kala itu. Kalimat tersebut bukan sekadar menggambarkan persoalan, namun secara tersirat juga menggambarkan strategi perjuangan yang dilakukan Muhammadiyah. Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyosialisasikan empat pilar bangsa (UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI), maka tulisan ini ingin menawarkan tiga pilar yang kerap dipercakapkan dalam sejumlah grup media sosial para aktivis Muhammadiyah, baik melalui Facebook ataupun Whats App. Ketiga pi...

Mengenang Prof Malik Fajar

KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. berpulang di usia 81 tahun. Rektor UMM periode 1983-2000 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Kabar meninggalnya Prof. Malik Fadjar itu dibenarkan pihak UMM pada Senin (7/9) malam melalui siaran resminya.  Abdul Malik Fadjar lahir di Yogyakarta pada 22 Februari 1939. Ia dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan. Sebagai anak seorang guru yang juga aktivis Muhammadiyah, Malik Fadjar adalah sosok yang mewarisi jiwa aktivisme dan kepemimpinan ayahnya, Fadjar Martodiharjo yang di kalangan Muhammadiyah dikenal sebagai tokoh yang bijaksana dan mengayomi. Darah guru terbukti menancap kuat dalam dirinya, terutama sejak ia menjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang. Selanjutnya, p...