Langsung ke konten utama

PDM Sleman terima penyerahan pengelolaan tanah wakaf dari PDM Kota Yogyakarta

Hari Rabu, 6 Oktober 2021, bertempat di RM Tengkleng Gajah Ngaglik dilaksanakan serah terima 2 sertifikat dari PDM Kotamadya Yogyakarta kepada PDM Sleman. Hal itu dilakukan mengingat posisi tanah wakaf berada di kabupaten Sleman, tepatnya di Kepuharjo Cangkringan dan Ceper Ngemplak. Dengan penyerahan tersebut diharapkan tanah wakaf bisa segera dimanfaatkan dan lebih cepat 'mengalirkan' pahala kepada wakif. Penandatanganan dilaksanakan oleh Drs. H. Akhid Widi Rahmanto dari PDM kota selaku pemilik pihak yang menyerahkan dan diterima oleh H. Sudarto, S.Pd. mewakili PDM Sleman. Dua sertifikat tersebut satu sudah berupa sertifikat wakaf No. W.0001/Kepuharjo seluas 2030 M2 wakaf dari Ir. Hermini Suparyati. Dan satu lagi masih berup tanah hak milik No. M.6399/wedomartani atas nama Isa Arief Budi Santoso. (ran)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu Titin dan bu Nur wakaf untuk diuangkan

  Bu Titin binti Samido tinggal Di Garut dan bu Nur binti Samidi tinggal di Bogor. Keduanya mewakili ahli waris pak Samido dan pak Samidi sepakat mewakafkan tanah leluhurnya yang ada di Moyudan Sleman kepada Muhammadiyah.  Alkisah, saya dihubungi seseorang, singkat cerita namanya bu Titin. Menceritakan bahwa kakek neneknya asli Moyudan Sleman, tetapi ahli warisnya tidak ada yang tinggal di Jawa (baca : Sleman) . Semua diluar 'jawa' dan tidak ada yang akan balik ke Jawa.  Dibagi tanah nanggung, dibagi uang nanggung. Akhirnya Satu bidang sertifikat hak 3 bersaudara seluas 600 M2 sepakat diwakafkan 400 M2.  Setelah saya jelaskan dua program utama percontohan wakaf melalui uang yaitu pembebasan tanah dan pembangunan gedung dakwah PDM Sleman dan Pembangunan RS PKU Muhammadiyah Pakem, beliau sepakat tanah dijual dan uangnya diwakafkan untuk PKU Pakem. Agar cepat manfaat, imbuhnya.  Sabtu, 5 Oktober 2024 akhirnya sertifikat diserahkan kepada saya atas nama Majelis Pend...

Berapa gaji Pengurus Muhammadiyah?

*ADA YANG BELUM KENAL DEKAT MUHAMMADIYAH (?)* Seorang pengurus yayasan bertanya: “Berapa gaji pengurus Muhammadiyah yang tertinggi dan terendah?”. “Pimpinan tidak ada yang digaji, hanya karyawan yang digaji” jawab saya. “Apa benar ?. Kalau begitu dari mana sumber ekonomi mereka ?”. “Semua pimpinan Muhammadiyah punya pekerjaan, tidak menganggur”. “Bagaimana kalan tugas Muhyammadiyah bersamaan dengan tugas pekerjaan?”. “Jika waktu berbenturan, tugas pekerjaan didahulukan, baru Muhammadiyah”. “Kalau begitu tidak profesional karena menomorduakan Muhanmadiyah”. “Mungkin menurut orang lain tidak profesional. Tetapi itu lebih baik karena semua pimpinan Muhammadiyah tidak ada yarg berfikir mengurusi Muhammaidyah sebagai profesi. Semua berniat sebagai pengabdian. Yang penting dilakukan penuh kesungguhan dan sepenuh kemampuan”. Dahulu pernah ada gagasan memberi gaji kepada pimpinan Muıammadiyah supaya waktu dan perhatiannya bisa penuh ke pesyarikatan. Tanggapan Pak AR ketika ditan...

Pak Gunung wakaf melalui uang

Namanya pak Gunung Soetopo. Tinggi besar dan 'mbois'. Jangan ditanya, hatinya baik dan sangat dermawan.  Jumat 13 Agustus 2024 lalu beliau kembali berwakaf melalui uang sebesar Rp. 500.000.000 (limaratus juta rupiah) kepada PCM Pakem untuk pembebasan tanah guna pengembangan Klinik PKU Muhammadiyah Pakem.  Critanya begini, saat launching Senam Prolanis bagi Peserta BPJS Klinik PKU Muhammadiyah Pakem, pak gunung tanya ke saya, kebetulan saya selaku Ketua PCM Pakem/Ketua BPH PKU Pakem.  "Mas, tanah utara ini milik siapa? Dijual tidak? " Dijual pak, jawab saya.  Berapa?  Terakhir minta 3 juta per meter. Luas 425 M2 pak.  Wis ndang dibeli saja, saya, 500jt, selebihnya mas Agung yang cari kekurangannya.  Saya tertantang  langsung jawab. Siyap pak. Bismillah.  Alhamdulillah tgl 13 Agustus 2024 transaksi berlangsung disaksikan kepala KUA Pakem.  Kekurangannya gimana mas Agung?  Saya jawab : Menunggu muhsinin lainya pak. InsyaAllah dimudahka...